Demak, 9 Desember 2024 – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Demak sukses menggelar seminar pendidikan bagi guru PAI jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Demak di hotel Amantis. Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh ratusan guru PAI dan sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak, Dr. Taufiequrachman, S.Ag., M.Si., dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Demak, Bapak Haris Wahyudi Ridwan, AP., M.Si.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Demak menekankan pentingnya peran guru PAI sebagai ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai agama dan karakter pada peserta didik. "Guru PAI adalah sosok yang sangat strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berkarakter. Oleh karena itu, Bapak/Ibu guru harus terus meningkatkan kompetensinya, baik dalam hal penguasaan materi ajar maupun dalam hal pengembangan keterampilan abad 21," tegas Dr. Taufiequrachman.
Senada dengan Kepala Kemenag, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Demak juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan seminar ini. Beliau berharap melalui kegiatan ini, para guru PAI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mampu menghadapi tantangan pendidikan di era yang semakin kompleks. "Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan di Kabupaten Demak. Salah satunya dengan menyediakan infrastruktur yang memadai dan memberikan pelatihan bagi para guru," ujar Bapak Haris.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam seminar ini adalah pentingnya pendidikan moderasi beragama. Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Kabupaten Demak, Ibu Dr. Salma Munawaroh, menyampaikan bahwa pendidikan moderasi beragama perlu dimulai sejak dini. "Anak-anak usia SD perlu diajarkan untuk memahami dan menghargai perbedaan. Mereka harus tumbuh menjadi generasi yang toleran dan mampu hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain," jelasnya.
Peserta seminar, Bapak Mulyono, S.Pd.I, Kepala SDN Merak 2, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. "Saya mendapatkan banyak inspirasi dan pengetahuan baru tentang bagaimana cara mengimplementasikan pendidikan moderasi beragama di sekolah. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini," ujarnya.