SDN Merak 2 Gelar Perpisahan dan Wisuda Tahfidz: Wujud Nyata Program Unggulan Cetak Generasi Qurani
Wisuda

Gambar : Wisuda tahfidz jua 30 SD Negeri Merak 2
Merak, 21 Juni 2025 — Suasana haru dan penuh makna mewarnai kegiatan Perpisahan Kelas 6 dan Wisuda Tahfidz Juz 30 yang diselenggarakan oleh SD Negeri Merak 2 pada Sabtu pagi, 21 Juni 2025. Bertempat di gedung sekolah, acara berlangsung sederhana namun penuh kekhidmatan, dihadiri oleh orang tua siswa, Kepala Desa Merak Bapak M. Mubasir, Ketua Komite Sekolah Bapak K.H. Abdullah Zaeni, serta seluruh civitas akademika SDN Merak 2.
Tahun ini, SDN Merak 2 meluluskan sebanyak 35 siswa kelas 6, dan yang sangat membanggakan, sebanyak 7 anak diwisuda sebagai hafidz/hafidzah Juz 30 (Juz ‘Amma). Ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan sekolah, yaitu Tahfidzul Qur’an, yang telah berjalan secara konsisten dan menjadi ciri khas SDN Merak 2.
Dalam sambutannya, Kepala SDN Merak 2, Bapak Mulyono, S.Pd.I, berpesan kepada seluruh siswa agar senantiasa menjaga sholat, berbakti kepada orang tua, dan terus menimba ilmu serta mengaji. "Inilah modal sukses dunia dan akhirat, sebagaimana visi sekolah kami, yaitu mencetak generasi yang beriman, berakhlak, dan berbakti kepada orang tua," ujarnya.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala Desa Merak, Bapak M. Mubasir, yang menilai SDN Merak 2 terus menunjukkan peningkatan mutu. “Baik dalam aspek akademik maupun non-akademik, SDN Merak 2 semakin menunjukkan prestasi. Program tahfidz ini menjadi daya tarik tersendiri, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sini,” kata beliau.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, K.H. Abdullah Zaeni, turut mengapresiasi kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat desa dalam mendukung kemajuan pendidikan. Ia berharap SDN Merak 2 terus menjadi pelopor dalam membina anak-anak desa Merak menjadi generasi Qurani yang unggul.
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh para siswa tahfidz, yang melantunkan surah-surah Juz 30 dengan tartil dan penuh penghayatan. Momen ini menjadi simbol bahwa kegiatan perpisahan bukan hanya perayaan kelulusan, tetapi juga pengingat akan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam perjalanan pendidikan anak-anak.
