DEMAK – Dunia pendidikan di Kabupaten Demak kembali menorehkan catatan positif melalui ruang-ruang kreasi para pendidiknya. Guna menyambut tantangan zaman dan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Demak sukses menggelar ajang bergengsi bertajuk Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SD. Kompetisi yang mempertemukan pemikiran-pemikiran cemerlang ini diselenggarakan pada Senin, 29 Juni 2026, bertempat di Aula SMP Negeri 5 Demak.
Mendorong Budaya Berbagi Praktik Baik
Lomba Inovasi Pembelajaran ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Demak dengan visi besar jangka panjang. Secara garis besar, agenda tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh di tingkat sekolah dasar. Selain itu, kompetisi ini juga dirancang untuk mendorong kreativitas guru dalam memanfaatkan media dan teknologi, mengembangkan inovasi pembelajaran yang kontekstual, serta memperkuat budaya berbagi praktik baik (good practices) di lingkungan pendidikan Kabupaten Demak.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Demak, Bapak Haris Wahyudi Ridwan, AP., M.Si. Dalam sambutan pembukaannya yang sarat akan motivasi, beliau menyampaikan pidato inspiratif yang membakar semangat ratusan hadirin dan peserta lomba. Menurutnya, peran guru tidak lagi sekadar mentransfer ilmu, melainkan memantik rasa ingin tahu siswa melalui pendekatan-pendekatan baru.
"Guru harus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman yang bergerak begitu cepat. Inovasi itu bukan sekadar instrumen sementara untuk memenangkan perlombaan, tetapi harus ditanamkan agar menjadi budaya kerja sehari-hari dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan kita secara berkelanjutan. Ingatlah bahwa guru adalah agen perubahan yang sesungguhnya, yang mampu menciptakan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Oleh karena itu, mari jadikan setiap kelas sebagai laboratorium inovasi demi mencetak generasi unggul yang siap membawa nama baik Kabupaten Demak di masa depan," tegas Bapak Haris Wahyudi Ridwan dalam amanatnya.
Persaingan Ketat Menuju Podium Juara
Sejak pagi hari, jalannya perlombaan berlangsung dengan persaingan yang sangat ketat. Sebanyak 14 peserta yang tampil merupakan guru-guru pilihan yang telah melewati seleksi ketat di tingkat sebelumnya. Masing-masing guru menampilkan karya inovasi pembelajaran terbaik mereka, mulai dari pemanfaatan aplikasi digital interaktif, metode eksperimen alam, hingga alat peraga edukatif berbasis kearifan lokal.
Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang kompeten di bidangnya. Penilaian tersebut didasarkan pada beberapa indikator utama yang komprehensif, meliputi tingkat orisinalitas karya, aspek kebermanfaatan dalam memecahkan masalah belajar, kreativitas penyusunan strategi, implementasi nyata di dalam kelas, besarnya dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik, serta kualitas presentasi dan kemampuan mempertahankan gagasan dalam sesi tanya jawab.
Setelah melalui proses penilaian dan diskusi yang cukup alot, dewan juri menetapkan Ibu Jumiati, S.Pd.SD dari SD Negeri Merak 2 sebagai peraih Juara III. Metode inovatif yang dipaparkannya dinilai sangat aplikatif, kreatif, dan mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa secara signifikan selama proses belajar di kelas.
Apresiasi dan Harapan dari Sekolah
Keberhasilan luar biasa ini disambut dengan rasa syukur dan sukacita yang mendalam oleh keluarga besar SD Negeri Merak 2. Kepala SD Negeri Merak 2, Bapak Mulyono, S.Pd.I., M.Pd. yang turut mengawal jalannya perlombaan, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian sang guru. Beliau berharap piala yang dibawa pulang ini tidak sekadar menjadi pajangan, melainkan awal dari gerakan inovasi yang lebih luas.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT atas pencapaian Ibu Jumiati. Kami di pihak sekolah merasa sangat bangga atas dedikasi dan kerja keras yang telah beliau tunjukkan dari awal masa persiapan hingga hari H lomba. Prestasi ini merupakan bukti bahwa guru dari SD Negeri Merak 2 mampu berbicara banyak di tingkat kabupaten. Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti di sini, melainkan dapat menjadi motivasi, pemantik, serta inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus berkarya, menolak pasif, dan tidak lelah berinovasi demi anak-anak didik ," tutur Bapak Mulyono, S.Pd.I., M.Pd.
Inspirasi untuk Pendidik Kota Wali
Keberhasilan Ibu Jumiati dalam meraih Juara III pada Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SD tahun 2026 ini sejatinya merupakan buah manis dari kombinasi kerja keras, dedikasi yang tinggi, kreativitas tanpa batas, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan di ruang kelas. Proses panjang yang dilaluinya untuk meramu sebuah formula pembelajaran yang menarik tentu membutuhkan waktu dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Pencapaian gemilang ini pada akhirnya tidak hanya menjadi kebanggaan internal bagi SD Negeri Merak 2 saja. Lebih luas dari itu, momentum ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh guru di Kabupaten Demak untuk terus bergerak bersama, saling menularkan semangat positif, dan konsisten menghadirkan model pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, serta berdampak nyata bagi tumbuh kembang peserta didik.