DEMAK, 31-07-2026 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak menyelenggarakan Pelatihan Literasi dan Numerasi Jenjang Sekolah Dasar yang diikuti oleh 56 guru SD perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Demak. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 28–31 Juli 2026, bertempat di SMP Negeri 5 Demak.
Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan, yang menegaskan bahwa peningkatan kemampuan literasi dan numerasi menjadi salah satu prioritas utama dunia pendidikan di Kabupaten Demak.
Dalam sambutannya, Haris Wahyudi Ridwan menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi sangat penting mengingat capaian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara Dinas Pendidikan, sekolah, dan terutama para guru sebagai ujung tombak pembelajaran di kelas.
"Peningkatan hasil belajar peserta didik memerlukan kerja sama semua pihak. Guru memiliki peran yang sangat strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang tepat sasaran berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik," ujarnya.
Selama pelatihan, suasana belajar berlangsung aktif dan penuh antusias. Para peserta terlibat dalam berbagai diskusi, praktik, serta kegiatan kolaboratif yang dirancang agar materi dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Mulyono, Kepala SDN Merak 2 sekaligus pegiat literasi. Pada sesi yang dibawakannya, Mulyono menyampaikan materi bertajuk Pemanfaatan Data untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi.
Ia menjelaskan bahwa data memiliki peran penting dalam mengelola pembelajaran secara efektif.
"Melalui data, guru dapat mengetahui sampai pada tahap mana kemampuan peserta didik, terutama dalam literasi dan numerasi. Dengan demikian, perlakuan atau strategi pembelajaran yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran. Data juga membantu guru melihat perkembangan hasil belajar siswa dari waktu ke waktu. Karena itu, data tidak boleh hanya menjadi arsip administrasi, tetapi harus menjadi dasar sekolah dalam menyusun program peningkatan mutu pembelajaran," jelasnya.
Selain materi tentang pembelajaran berbasis data, peserta juga mendapatkan berbagai penguatan kompetensi lainnya, antara lain pemanfaatan Portal Pendidikan, pembuatan game edukasi berbasis digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran, serta penyusunan karya tulis ilmiah yang siap dipublikasikan.
Salah seorang peserta, Anisa Huril, guru dari SDN Baleromo 1, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru selama mengikuti pelatihan.
"Kegiatan ini benar-benar membuka wawasan kami, khususnya dalam memanfaatkan dan menganalisis data pembelajaran. Penggunaan AI sangat membantu proses analisis sehingga pekerjaan guru menjadi lebih efektif. Semua materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kebutuhan kami di sekolah. Pelatihannya juga berlangsung menyenangkan, tidak membosankan, dan para narasumber sangat interaktif," ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak berharap para guru mampu menerapkan pembelajaran yang lebih berbasis data, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan capaian hasil belajar siswa di Kabupaten Demak.