SEMARANG, 31-07-2026– Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Fasilitator Daerah (Fasda) Penguatan Literasi dan Numerasi pada 30–31 Juli 2026 di kantor BPMP Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh calon fasilitator daerah dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, termasuk perwakilan dari Kabupaten Demak.
Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari upaya BPMP Jawa Tengah dalam menyiapkan sumber daya pendamping yang kompeten untuk mendukung implementasi program prioritas Kementerian Pendidikan di satuan pendidikan, khususnya melalui pemanfaatan BOSP Kinerja.
PIC kegiatan, Ibu Shofia, menjelaskan bahwa BOSP Kinerja di satuan pendidikan diperuntukkan untuk menjalankan tiga program utama, yaitu Digitalisasi Pembelajaran, Penguatan Literasi, dan Penguatan Tata Kelola Satuan Pendidikan. Agar pelaksanaan program tersebut berjalan optimal, diperlukan fasilitator daerah yang memiliki pemahaman dan kompetensi yang sama dalam melakukan pendampingan kepada sekolah.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menyamakan persepsi mengenai mekanisme dan standar pendampingan sehingga para fasilitator daerah mampu memberikan pendampingan yang berkualitas di wilayah kerjanya masing-masing," jelasnya.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta dibekali berbagai materi strategis yang akan menjadi bekal dalam menjalankan tugas pendampingan. Materi tersebut meliputi analisis Rapor Pendidikan, penguatan literasi dalam pembelajaran dan penilaian, analisis kerangka Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta analisis capaian TKA sebagai dasar penyusunan program peningkatan mutu pendidikan.
Selain memahami substansi materi, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai keterampilan memfasilitasi, teknik pendampingan, komunikasi, dan strategi implementasi program di daerah masing-masing sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
Salah satu peserta, Mulyono, yang mewakili Kabupaten Demak, menyampaikan bahwa penguatan literasi dan numerasi merupakan kebutuhan mendesak dalam meningkatkan mutu pendidikan.
"Literasi dan numerasi merupakan kemampuan dasar yang menjadi fondasi keberhasilan peserta didik dalam mempelajari semua mata pelajaran. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis untuk memperkuat kedua kompetensi tersebut. Terlebih, hasil Tes Kemampuan Akademik secara nasional masih menunjukkan perlunya peningkatan, sehingga sekolah harus bergerak bersama melalui pembelajaran yang lebih berkualitas dan berbasis data," ungkapnya.
Melalui Bimbingan Teknis ini, BPMP Jawa Tengah berharap para calon fasilitator daerah mampu menjadi penggerak di wilayah masing-masing dalam mendampingi satuan pendidikan mengimplementasikan program penguatan literasi dan numerasi secara berkelanjutan. Dengan adanya fasilitator yang kompeten, diharapkan pemanfaatan BOSP Kinerja dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian hasil belajar peserta didik di seluruh Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Demak.